Assalammu 'alaikum... Selamat Datang di Blog Bunda Nidzihai... Semoga Bermanfaat...

Jumat, 03 Desember 2010

Asmara Segitiga

Lelah. Aku berusaha mengusir raut wajah beku itu. Wajah Rio, sahabatku, orang yang diam-diam aku cintai. Yang kata teman-teman lain, juga menaruh hati padaku. Hancur sungguh hati ini. Jenazahnya baru saja ditemukan terkapar di kamar kosnya dengan mulut berbusa. Mati diracun. Penyidik menyimpulkan, motifnya  dendam, atau cinta. Pelakunya masih berkeliaran.
            Kuseduh secangkir cokelat, tak menyadari adanya sedikit serbuk putih di bibir gelas. Aku begitu tenggelam dalam kesedihan dan pemikiran yang dalam, duduk termangu di teras rumahku. Siapa yang sekeji itu? Terlintas nama Wanda, gadis pendiam, pengagum berat Rio. Ah, tak mungkin.
            Malam semakin larut. Tiba-tiba kepalaku pening, pandanganku berputar. Aku ambruk ke lantai. Tak kulihat,  di balik pohon di seberang jalan, Wanda, menyeringai puas, tangannya menggenggam plastik kecil berisi serbuk keputihan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar