Buatku, Mama adalah inspirasi. Tentang menjadi seorang wanita yang utuh. Tentang menjadi seorang istri dan ibu. Ya, karena kini, aku pun telah menjadi seorang istri dan ibu, yang masih harus belajar banyak. Dan itu kudapatkan darimu, Mama. Saat tiga kali aku mengandung dan melahirkan buah hatiku, selalu ada rasa takut dan menderita. Selalu banyak keluh yang kuadukan padamu, Mama. Dan engkau telah menenangkan hatiku dengan kisah pengalamanmu mengandung dan melahirkan aku. Penuh perjuangan dan pengorbanan.
Saat ketiga anakku seringkali membuat jengkel, marah, dan sedih. Saat kumerasa seakan tidak akan pernah sanggup mengasuh dan mendidik mereka dengan baik. Saat itu kuteringat bagaimana sabarnya Mama meladeni kami, anak-anakmu, yang selalu ribut dengan beragam pinta dan kenakalan. Tak berhenti, kini cucu-cucumu yang selalu ribut berebut perhatian darimu. Dan ajaib, hanya dengan tawa ceria dan Gery Chocolatos yang renyah-lezat sebagai senjata, 7 cucumu selalu merindukan Mama.
Saat semua pekerjaan rumah tangga terbeban di pundakku yang ringkih ini, seperti tak ada jeda waktu sekedar untuk menghela napas. Dan aku teringat Mama. Betapa di antara semua tugas rumah, yang sama persis seperti yang kulakukan, Mama masih sempat membuat berbagai macam kue enak, menjahitkan baju lebaran, mengantar jemput kami ke sekolah, menemaniku menghapal perkalian, menyampuli buku sekolahku, dan menata ulang dekor rumah kita. Tanpa mengeluh sepertiku.
Saat aku merasa jenuh dengan statusku sebagai ibu rumah tangga, saat ku merasa diri ini tiada punya arti lebih, saat jalan untuk mengekspresikan diri seakan buntu oleh rutinitasku, aku akan ingat Mama. Seorang ibu rumah tangga dengan tiga anak, yang selalu membawa buah hatinya ke manapun pergi. Arisan, pengajian, rapat yayasan, latihan senam, main tenis, lomba memasak, kursus rias dan tata rambut, sampai membuka usaha katering kecil-kecilan di rumah. Mama bisa.
Saat bete dengan suami, saat komunikasi memburuk, saat hati rasanya ingin meledak. Ada Mama dalam ingatanku. Setia dan penuh sabar, berpuluh-puluh tahun melayani tabiat Papa yang sulit. Meski jatuh bangun dan hati tergores di sana-sini, Mama sanggup.
Melalui berbagai aral dan rintang dalam sepanjang hidupmu, Ma, Mama kuat. Jadi aku harus bisa seperti Mama. Aku ingin bisa kuat, sabar, setia, pantang mengeluh, berdedikasi, dan ikhlas. Persis seperti Mama. Aku ingin. Dan Mama tempat aku belajar. Tempat aku berkaca. Mama adalah inspirasiku. Selamanya.